Perbedaan Jamu, Obat Herbal Terstandar dan Fitofarmaka


Perkembangan pengobatan tradisional di dunia, termasuk di Indonesia mengalami perkembangan cukup signifikan. Seiring dengan perkembangan teknologi, pengobatan tradisional juga mengalami perkembangan dan kemajuan dalam hal penelitian dan kemanfaatan. Khusus pengobatan ramuan, mengklasifikasikan menjadi tiga jenis obat berdasarkan penelitiannya, yaitu jamu, herbal dan fitofarmaka.

Banyak orang awam tidak memahami dengan benar apa yang dimaksud dengan jamu, herbal dan  fitofarmaka. Maka disini akan kita uraikan secara singkat perbedaan dari ketiganya. Jamu adalah bahan obat alam yang sediannya  masih berupa simplesia sederhana, seperti irisan rimpang, akar, kulit dan daun kering. Bisa dikatakan sebagai jamu bila telah digunakan oleh lebih dari tiga generasi. Herbal atau Obat Herbal Terstandar adalah obat tradisional yang telah teruji berkhasiat secara pra-klinis (terhadap hewan percobaan), lolos uji toksisitas akut maupun kronis, terdiri dari bahan yang terstandar (Seperti ekstrak yang memenuhi parameter mutu), serta dibuat dengan cara higienis. Sedangkan fitofarmaka adalah obat tradisional yang telah teruji khasiatnya melalui uji pra-klinis (pada hewan percobaan) dan uji klinis (pada manusia), serta terbukti aman melalui uji toksisitas, bahan baku terstandar, serta diproduksi secara higienis, bermutu, sesuai dengan standar yang ditetapkan.

 

Nah, sekarang sudah jelas perbedaan dari ketiganya, semoga bisa bermanfaat.Perbedaan Jamu, Obat Herbal Terstandar dan Fitofarmaka




Pencarian

Kabar Terbaru